Selasa, 19 Mei 2015

SISTEM KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER



1.   Apa itu Keamanan Jaringan 
Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada jaringan yang anti sadap atau tidak ada jaringan komputer yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan komunikasi. Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dan disalahgunakan. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Selain itu, pastikan bahwa user dalam jaringan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keamanan dan pastikan bahwa mereka menerima dan memahami rencana keamanan yang Anda buat. Jika mereka tidak memahami hal tersebut, maka mereka akan menciptakan  lubang (hole) keamanan pada jaringan Anda.

Ada dua elemen utama pembentuk keamanan jaringan : 
·  Tembok pengamanan, baik secara fisik maupun maya, yang ditaruh diantara piranti dan layanan       jaringan yang digunakan dan orang-orang yang akan berbuat jahat. 
·  Rencana pengamanan, yang akan diimplementasikan bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar sistem tidak bisa ditembus dari luar.

Segi-segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini: 

a.  Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang
     memiliki wewenang. 
b.  Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki
     wewenang. 
c.  Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika
    dibutuhkan. 
d.  Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar
     dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu. 
e.  Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat
     menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama yakni: 
a. Interruption 
   Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai              oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran       jaringan. 
b. Interception 
    Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa       berupa  orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam      suatu jaringan. 
c. Modification 
    Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya           adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak                     semestinya, dan  modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan. 
d. Fabrication 
    Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah         pengiriman pesan palsu kepada orang lain.

Ada beberapa prinsip yang perlu dihindari dalam menangani masalah keamanan : 
  • diam dan semua akan baik-baik saja 
  • sembunyi dan mereka tidak akan dapat menemukan anda 
  • teknologi yang digunakan kompleks/rumit
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 Administrator Jaringan. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top